Sampah di Pinggir Rel Stasiun Pasar Minggu Terus Menumpuk Meski Diangkut Setiap Hari

Sampah di Pinggir Rel Stasiun Pasar Minggu Terus Menumpuk Meski Diangkut Setiap Hari

Petugas Angkut Sampah Setiap Hari, Tumpukan Kembali Muncul

Sampah di Pinggir Rel Stasiun Pasar Minggu Terus Menumpuk Meski Diangkut Setiap Hari

-BERITA BURUNG
Sampah di Tumpukan sampah di sepanjang pinggir rel kereta api kawasan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Meski petugas kebersihan melakukan pengangkutan setiap hari, sampah kembali menumpuk akibat masih adanya praktik pembuangan sampah secara sembarangan.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, mengatakan pihaknya terus melakukan pengangkutan rutin agar sampah tidak menumpuk terlalu lama. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan munculnya tumpukan sampah baru di lokasi yang sama.

Sampah Berasal dari Warga Sekitar dan Pengguna Jalan

Menurut Rizky, sampah yang memenuhi area pinggir rel tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di sekitar kawasan Stasiun Pasar Minggu. Sejumlah masyarakat dari luar wilayah yang melintas juga diduga turut membuang sampah secara liar.

“Pada dasarnya petugas kami setiap hari melakukan pengangkutan sampah di lokasi ini agar tidak terjadi penumpukan. Namun, setelah sampah selesai diangkut, masih ada oknum masyarakat yang kembali membuang sampah secara liar sehingga tumpukan sampah kembali muncul,” ujar Rizky.

Kondisi tersebut membuat petugas harus terus bekerja membersihkan lokasi yang sama hampir setiap hari.

Pemerintah Dorong Edukasi dan Penegakan Aturan

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama dalam mengatasi persoalan tersebut.

Ke depan, pemerintah berencana meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah liar sesuai peraturan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga diajak membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya agar volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan dapat berkurang.

“Kami juga mengajak masyarakat mendukung budaya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Rizky.

Warga Sebut Sampah Cepat Menumpuk Kembali

Salah seorang warga setempat, Titin, mengatakan bahwa truk pengangkut sampah memang datang setiap hari untuk membersihkan tempat penampungan sementara (TPS). Namun, tidak lama setelah diangkut, lokasi tersebut kembali dipenuhi sampah.

Menurutnya, aktivitas pembuangan sampah berlangsung sejak siang hingga malam hari, bahkan berlanjut sampai keesokan harinya.

“Siang hingga malam, bahkan sampai keesokan harinya, warga biasa kembali membuang sampah di sini,” ujar Titin.

Titin juga menilai banyaknya masyarakat dari luar kawasan yang ikut membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama TPS cepat kembali penuh.

Kesadaran Masyarakat Dinilai Menjadi Kunci Solusi

Permasalahan sampah di kawasan Stasiun Pasar Minggu menunjukkan bahwa pengangkutan rutin saja belum cukup apabila tidak dibarengi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah, warga sekitar, serta pengguna jalan diharapkan mampu mengurangi praktik pembuangan sampah liar sehingga kawasan sekitar rel kereta tetap bersih, nyaman, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan.