Berita duka! Eryl Dinyatakan Meninggal

Kabar duka! Eryl Dinyatakan Meninggal, Keluarga Ridwan Kamil dan MUI Jabar Adakan Sholat Gaib

Berita duka! Eryl Dinyatakan Meninggal
Berita duka! Eryl Dinyatakan Meninggal

Kabar Duka, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Emmeril Kan Mumtaza di nyatakan meninggal dunia.

Dinyatakan meninggal dunia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyerukan kepada Masyarakat Muslim untuk mengadakan doa-doa gaib bagi almarhum.

Himbauan tersebut tertuang dalam Surat Resmi MUI Jawa Barat tertanggal Kamis, 2 Juni 2022 yang ditandatangani Ketua MUI Jawa Barat, H. H. Rakhmat Safei dan Sekretaris Jenderal (sekum) MUI Jawa Barat Rafani Achyarom.

“Kami menyerukan kepada Masyarakat Muslim untuk mengadakan doa okultisme untuk almarhum Emmeril kan Mumtaza, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,” kata H. Rahmat Safei di kantor MUI Jawa Barat.

Adapun isi himbauan MUI dalam surat yang terbit Kamis (3/6/2022) adalah sebagai berikut:

“Akibat musibah yang dihadapi Ananda Emmeril Kan Mumtadz, putra sulung Gubernur Jawa Barat Mocha Ridwan Kamil yang hilang saat berenang di Sungai Aari, Bern City, Swiss pada Kamis, 26 Mei 2022, dan belum Belum ditemukan, Majelis Ulama Indonesia (IUI) Jawa Barat Provinsi Jawa juga merasakan duka yang mendalam, mendoakan agar gubernur dan keluarganya terus diberikan kekuatan dan stamina untuk menghadapi musibah ini.

Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga Bapak Mocha Ridwan Kamil yang disampaikan pada pertemuan malam ini, Kamis 2 Juli 2012 pukul 19.00-19. 30 WI6 di kantor MUI Jawa Barat, berikut penjelasan yang diterima:

1. Bapak Moch Ridwan Kamil dan istrinya sepenuhnya setuju dan percaya bahwa Ananda theronta Emmeril Kan Mumtadz meninggal karena tenggelam.

2. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss melaporkan bahwa pihak berwenang setempat telah mengubah status pencarian Mumtadz Ananda tercinta Emmeril Kan dari status pencarian orang hilang (massing person) sebelumnya menjadi status pencarian orang hilang (massing person). mencari orang yang tenggelam ( tenggelam). Ini menunjukkan bahwa orang yang dicari mungkin telah meninggal dunia.

Baca juga artikel : AURA FIRE PULANGKAN DIGITRON ALPHA

Berita duka! Eryl Dinyatakan Meninggal
Berita duka! Eryl Dinyatakan Meninggal

Memperhatikan keterangan dan penjelasan pihak keluarga sebagaimana diuraikan di atas, maka dengan memperhatikan ketentuan syara, jenazah harus segera dimusnahkan.

Karena jenazah belum/belum ditemukan, maka pemujaan jenazah dilakukan dengan cara berdoa kepada ghaib. Oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia (IUI) Provinsi Jawa Barat menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk melaksanakan salat ghaib untuk menghormati Almarhum Emmeril Kan Mumtadzah pada hari Jum’at, 3 Juni 2022, di setiap masjid/masjid, hal ini dapat dilakukan. sebelum salat jumat, hal ini juga bisa dilakukan pada salat jumat ba’da.

Kepada seluruh UM Kabupaten/Kota Pumpunan Majeks Ulama Indonesia (MU), mohon teruskan himbauan ini kepada UM yang lebih rendah dan kepada seluruh ummat Islam.”

Sebelumnya diberitakan, keluarga Ridwan Kamil menggelar salat ghaib di kantor Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI), Jalan re Martadinata, Kota Bandung, Kamis (2/6/2022).

Baca juga artikel : Apakah Boris Johnson memiliki ‘masalah wanita’?

Sholat gaib itu digelar karena berdasarkan perhitungan rasional pihak keluarga dan KBRI Swiss, Emmeril Kahn dinyatakan meninggal dunia.

Emmeril Kahn Mumtadz dinyatakan meninggal dunia di sungai Bern Swiss
Emmeril Kahn Mumtadz dinyatakan meninggal dunia di sungai Bern Swiss

Pasalnya, setelah delapan hari mencari sejak dilaporkan hilang di Sungai Aari, Bern, Swiss, Kamis (26/5/2022) hingga Kamis (2/6/2022), Eril alias Emmeril, putra sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tidak pernah ditemukan.

Amalan salat ghaib berlangsung di dalam ruangan di kantor MUI Jawa Barat. Erivn Muniruzzaman, Kakak Ridvan Kamil dan anggota keluarganya, Ketua MUI Jabar Rahmat Syafey dan Sekjen (caecum) MUI Jabar Rafani Achjar, serta beberapa ilmuwan turut menyaksikan.

Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei mengatakan, salat ghaib bersama keluarga digelar setelah kematian Emmeril Kan Mumtadz diputuskan oleh MUI pusat dan KBRI Swiss.

Hal itu berdasarkan data dan informasi atmosfer, serta perhitungan cermat yang meyakinkan keluarga bahwa Emmeril, putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, telah meninggal dunia.