5 Rutinitas yang Buat Self Reward Jadi Toxic, Siaga!

5 Rutinitas yang Buat Self Reward Jadi Toxic, Siaga!

Beritaburung – Self penghargaan atau memberikan hadiah untuk diri kita ialah hal yang lumrah dan berpengaruh baik untuk kita. Tetapi, jika dilaksanakan secara salah, self penghargaan malah beralih menjadi toksik.

Bermula dari rutinitas yang dipandang remeh, semakin lama self penghargaan yang kamu beri pada diri kita justru mempunyai potensi menghalangi hidupmu. Pasti kamu tidak ingin usai semacam itu, kan?

Agar tidak kelewatan, kamu perlu siaga dengan beberapa rutinitas remeh ini yang dapat buat self penghargaan jadi toksik. Memang rutinitas remeh yang seperti apakah, sich? Cari info sama, yok!

1. Tidak jaga skema makan

Ada type orang yang memberikan self reward dalam diri mereka dengan konsumsi makanan nikmat. Tetapi, karena keterusan, pada akhirnya skema makan jadi tidak dijaga. Berlagak self penghargaan, mereka mulai akan konsumsi makanan apa saja sebagai wujud hadiah atas hal berat yang mereka alami.

Sayang, self reward ini sudah tidak dapat dikontrol kembali karena dilaksanakan nyaris setiap hari. Memang betul, makan ialah keperluan setiap hari, tetapi tiap apa yang masuk ke perut harus jadi perhatian.

Tidak semuanya yang manis-manis, berlemak, atau bahkan juga punyai berpengawet tinggi dapat dengan entengnya kita konsumsi tiap hari terlalu berlebih. Lihat apa yang kamu konsumsi, ya!

2. Kurang arif dalam mengelola keuangan


Managemen Keuangan

Self reward akan jadisalah kaprah jika kamu telah ada di babak boros. Kamu dengan benar-benar stimulanif belanjakan uang yang kamu punyai. Walau sebenarnya, kamu sendiri masih bimbang sebetulnya kamu betul-betul perlu atau cuma hanya ingin mempunyai.

Tiap kamu menyaksikan barang di toko atau bahkan juga lewat cara online, demikian sukai, kamu segera membeli. Rutinitas ini selalu berulang-ulang sampai yang terburuk dapat sehingga kamu terbelit utang untuk penuhi rutinitas itu. Hal seperti ini sepantasnya disetop.

3. Punyai sindrom FOMO

FOMO
Terakhir sedang ramai sekali aktris dalam sampai luar negeri melangsungkan konser di Indonesia. Tidak hanya acara musik, atraksi, festival, sampai beberapa film baru yang launching di bioskop tidak kalah menariknya. Cukup banyak juga restaurant atau cafe yang baru membuka.

Jika kamu masih tahu dan sadar apakah itu self reward , rasanya tidak segala hal harus kamu kunjungi. Bukannya self penghargaan tiba ke tiap konser aktris sampai bermacam festival yang diselenggarakan di kota kamu, itu namanya bukan self reward kembali tetapi sindrom FOMO (fear of missing out) yang berbuntut toksik. Kamu tidak kembali lakukan self penghargaan tetapi kamu ingin menjadi orang yang turut gegap gempita dari segala hal yang trend

4. Management saat yang jelek

Self Reward

Jika kamu memang jarang-jarang sekali punyai waktu me time, tiduran terkadang kerap dianjurkan. Tetapi, jika kamu sering tiduran dan tidak lakukan apa saja nyaris tiap hari itu bukan me time apa lagi self reward , tetapi jatuhnya buat kamu menjadi orang yang malas.

Rutinitas tiduran ini bisa juga sehingga kamu membawa di dunia kerja, nih. Dengan alasan break bekerja, kamu justru pilih tiduran dengan waktu durasi yang paling lama. Management saat yang jelek berikut yang pada akhirannya buat tugasmu jadi menimbun. Bisa kadang-kadang tiduran tetapi harus tahu waktu, keadaan, dan keadaan , ya!

5. Jadikan malam hari sebagai peristiwa balas sakit hati

Menjadikan malam sebagai ajang balas dendam
Repot bekerja dari pagi sampai sore har terkadang buat kita balas sakit hati di waktu malam hari. Karena kegiatan, kita jadi tidak sempat buka media sosial. Karena asyik dan kelepasan, pada akhirnya self penghargaan yang kamu kerjakan jadi kelewatan dan berbuntut toksik.

Waktu tidur kamu jadi terusik karena asyik scrolling sosial media. Rutinitas ini terang tidak baik jika kamu kerjakan tiap hari, karena pada pagi hari kamu harus bekerja kembali. Awasi sosial media sekedarnya saja, dech!

Segala hal yang terlalu berlebih memang tidak baik, apa lagi self rewad. Menyukai diri kita, memberikan penghargaan, dan menganakemaskan diri tidak perlu terlalu berlebih. Janganlah sampai rutinitas ini malah jadi toksik dan bikin rugi kita nantinya masa datang.